Perlukah PTM di Tengah Pandemi

Posted on: 31 December 2020

Sebelum menguraikan hal itu tentunya banyak pertanyaan yang harus diajukan, Mungkinkah dilakukan pembelajaran tatap muka? Persiapan apa yang harus dilakukan? Jika belum memungkinkan solusi apa yang harus dilakukan? Bagaimanakah dengan siswa kelas akhir? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut perlu kita tahu kondisi penyebaran Covid-19 terkini.



SKB 4 Menteri


Pada bulan Nopember 2020 Kemendikbud telah menyampaikan SKB 4 Menteri bahwa pada bulan Januari 2021 akan dilaksanakan pembelajaran tatap muka dengan syarat dan ketentuan. Masih menurut Kemendikbud bahwa pembelajaran tatap muka harus dari ijin pemerintah daerah dan orang tua. Keputusan tersebut didasar pada hasil kajian Kemendikbud bahwa dampak PJJ adalah bahwa tingginya anak putus sekolah, terhambatnya tumbuh kembang anak, anak mengalami psikososial, dan tindak kekerasan yang tersembunyi.


Namun melihat kondisi saat ini menjelang akhir tahun penyebaran Covid-19 semakin meningkat. Dari beberapa informasi di media sosial diperkirakan penyebarannya masih pada angka 20% dan angka ini kategori tinggi dari syarat WHO yang bisa dikatakan aman jika pada kisaran angka 5%. Dari informasi banyak Rumah Sakit yang penuh pasien Covid-19 bahkan sudah tidak mampu menampung. Dengan penyebaran yang masih tinggi hal ini menunjukkan bahwa Covid-19 masih berbahaya.


Adanya SKB tersebut masih terjadi pro-kontra di kalangan pendidik dan masyarakat dengan argumentasinya masing-masing. Yang kontra berargumentasi bahwa kondisi saat ini yang masih pada taraf tinggi akan berakibat menimbulkan cluster baru. Covid-19 tidak bisa dibuat main-main, mereka khawatir anak-anak akan terpapar di sekolah. Hal ini tidak bisa disalahkan karena ketika mereka saling berinteraksi di sekolah akan lupa bahwa penyebaran Covid-19 masih ganas walaupun sudah diterapkan protokol kesehatan, orang tua akan mengalami keterbatasan pengawasan di sekolah, dan kepercayaan orang tua kepada pihak sekolah belum sepenuhnya yakin karena keterbatasannya.


Pro Kontra


Karena kekhawatiran tersebut sehingga mereka tidak menghendaki pembelajaran tatap muka. Begitu juga dengan pihak sekolah tidak mau disalahkan penyebab anak terpapar Covid-19 karena bisa jadi penyebabnya dari lingkungan keluarga atau masyarakat sekitarnya. Sekolah tidak ingin hal ini tejadi karena akan menurunkan kredibilitas sekolah dan guru. 


Sedangkan di sisi yang pro dengan pembelajaran tatap muka berargumentasi bahwa selama PJJ anak mereka banyak yang menggunakan waktunya hanya untuk bermain, sekolah terlalu banyak memberi tugas dan sedikit penjelasan sehingga menambah beban stress anak, orang tua merasa kesulitan mendampingi belajar dan keterbatasan materi pelajaran saat ini, orang tua merasa bahwa kehadiran guru sangat penting untuk membentuk akhlak dan karakter anak istilah jawanya idu guru mandhi (ucapan guru sangat dituruti anak).


Sedangkan dari pihak sekolah merasa bahwa PJJ selama ini kurang optimal, pembelajaran menjadi monoton hanya virtual, dan tuntutan guru semakin bertambah melebihi batas waktu dan kenormalan sehingga banyak juga guru yang mengalami kejenuhan. Dari dua hal uraian di atas, tentunya ada hal-hal yang perlu dicermati.


Kesiapan Sekolah


Jika sekolah tetap melakukan PJJ, sekolah harus dapat memahami keluhan orang tua dan melalukan inovasi pembelajaran. Walaupun PJJ sebisa mungkin dilakukan pembelajaran dengan pertemuan antara guru dan siswa meskipun secara virtual. Guru dituntut dapat memberikan pembelajaran yang menyenangkan, aktif, dan kreatif serta dapat mengukur tugas yang diberikan kepada siswa. Tugas diharapkan yang kontekstual dan bermakna sehingga siswa enjoy mengerjakan. Meskipun secara virtual guru harus tetap menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak dan memupuk motivasi anak. Saat pandemi Covid-19 tuntutan bukan pada penyelesaian kurikulum lebih ditekankan pada pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Hal-hal yang sifatnya administratif lebih dikurangi dialihkan ke dunia nyata.


Sedangkan bagi sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka harus menyiapkan sejak dini sarana dan prasarana yang memenuhi kriteria protokol kesehatan. Sebelum siswa masuk hari pertama sudah ada data tidak ada yang positif Covid-19 baik siswa dan guru. Selama PBM protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan ketat. Tentunya hal ini membutuhkan dana yang tidak sedikit begitu juga dengan waktu dan tenaga. Jika dalam perjalanannya ada yang terpapar Covid-19 sekolah harus siap dengan resiko dan tanggungjawabnya. Yang tidak kalah penting adalah adanya surat kesanggupan orang tua murid, surat kelayakan dari pemerintah daerah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.


Pembelajaran Jarak Jauh


Dari uraian di atas tentang hal-hal yang harus dicermati bahwa PJJ adalah pilihan dengan resiko paling kecil. Memang dengan PJJ bukan berarti penyebaran Covid-19 akan terhenti paling tidak mengurangi adanya cluster baru. Yang perlu dilakukan evaluasi PJJ adalah peningkatan SDM Guru dalam pembelajaran, penyediaan perangkat belajar komputer, laptop, HP, dan internet yang memadai, membangun kolaborasi dengan orang tua secara intens, rasionalisasi kurikulum, pembelajaran yang kontekstual dan bermakna, penyesuaian tugas yang bermakna dan kontekstual, dan pengaturan pembelajaran yang terarah. Adanya kesepakatan kontrak belajar antara sekolah dan orang tua yang bertujuan untuk memotivasi belajar, namun dalam hal-hal tertentu ada pemakluman kepada siswa.


Proses pembelajaran harus tetap dilakukan tatap muka virtual antara guru dan siswa dengan menyesuaikan keadaan. Tentunya hal ini juga membutuhkan biaya, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit, untuk itu pemerintah baik pusat maupun daerah berkewajiban memberikan bantuan atau mengalihkan bantuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di masa pendemi Covid-19.


Kelas Akhir


Bagi kelas akhir jenjang pendidikan perlu diberikan bekal kompetensi sebelum melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bekal kompetensi yang dimaksud adalah karakter 4C: Ctitical Thingking/Problem Solving, Creatif, Comunication Skill, Colaboration. Kompetensi tersebut sesuai dengan tuntutan era disrupsi dengan perkembangan digital yang sangat pesat.


Untuk menumbuhkan kompetensi tersebut perlu dilaksanakan kegiatan yang menghasilkan karya/produk dan dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari 2-3 anak. Sebelum dilakukan kegiatan tentunya ada sosialisasi, pembentukan kelompok, pelaksanaan secara bersama-sama, presentasi hasil karya/produk. Kegiatan tersebut akan mengalami kendala jika dilakukan secara virtual, untuk itu bagi kelas akhir pembelajaran tatap muka sangat dianjurkan.


Dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka tentunya harus berdasar ijin pemerintah daerah dan orang tua. Disamping itu perlu dilakukan protokol kesehatan sebelum dan pada saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka.  Jika ada orang tua yang tidak mengijinkan ikut pembelajaran tatap muka tentunya sekolah harus memfasilitasi dan anak tetap memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menyelesaikannya.


Memang belajar tatap muka lebih ideal sesuai dengan tujuan pendidikan, namun Covid-19 ini adalah kejadian luar biasa maka hal-hal prosedural harus dikurangi bahkan kadang harus berlawanan arah dan hal-hal luar biasa harus dilakukan. Pemerintah, satuan pendidikan, dan orang tua berkolaborasi secara kontinu saling mendukung.


Oleh : Ust. Heri Murtomo, S.Pd - Guru Pengajar SD Luqman Al Hakim Surabaya

Versi cetak


Berita Terkait


Visitors :4822990 Visitor
Hits :5813002 hits
Month :3662 Users
Today : 527 Users
Online : 43 Users






Sekolah Tahfidz


Sekolah Para Juara






Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Soraya Pambudi

    anggada121212@gmail.com

    Surabaya Timur Pakuwon

    Pada 23-Aug-2019


    Assalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh. Mohon informasi pendaftaran sekolah untuk tahun ajaran 2020/2021. Mohon maaf apakah sekolah ini mempunyai program kelas internasional? Maksudnya apakah menerima siswa berwarganegaraan Asing?

  • Noer amelia

    Noeramelia@yahoo.com

    Surabaya

    Pada 14-Sep-2018


    Assalamualaikum...untuk biaya pendaftaran th 2019 belum ada y?apakah untuk masud sdit al hakim harus sudah lancar membaca???mohon infonya dan terima kasih

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi